Sukses

August 4, 2010

SUKSES itu sederhana, sukses tdk ada hubungan dgn menjadi kaya raya,
sukses itu tdk serumit/ serahasia spt kata Kiyosaki/Tung Desem Waringin/

The Secret.

Sukses itu tdk perlu dikejar, SUKSES adl ANDA! Krn kesuksesan terbesar

ada pd diri Anda sendiri.

Bgm Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma utk membuahi

1 ovum, itu adl sukses pertama Anda!

Bgm Anda bisa lahir dgn anggota tubuh sempurna tanpa cacat,

itulah kesuksesan Anda kedua.

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit

ada 10 siswa drop out krn tdk mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga.

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan, di saat 46 juta org menjadi

 

pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat.

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta org

mati kelaparan setiap bulannya


itulah kesuksesan Anda yg kelima.

Sukses terjadi setiap hari, Namun Anda tdk pernah menyadarinya.

Saya sangat tersentuh ketika menonton film “Click” yg dibintangi

Adam Sandler, “Family comes first”, begitu kata2 terakhir kpd

anaknya sebelum dia meninggal.


Saking sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,

ia sampai tdk sempat meluangkan wkt utk anak & istrinya,

bahkan tdk sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,

keluarganya pun berantakan, istrinya yg cantik menceraikannya,


anaknya jadi tdk kenal siapa ayahnya.

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris spy bukunya

bisa terus2an jadi best seller dgn membuat sukses menjadi

hal yg rumit & sukar didapatkan. Sukses tdk melulu soal harta,

rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda,

menjadi pengusaha, punya kolam renang/ helikopter,

punya istri cantik spt Donald Trump & resort mewah di Karibia.

Moral Story: SUKSES sejati adl hidup dgn “PENUH” & penuhi

rasa syukur atas yg sdh anda dpt. Be Success! Have a Great Day

Be Healthy ….

April 26, 2010

PARA ahli kesehatan menduga bahwa tingkat kesuburan seseorang memiliki pengaruh dari asupan seseorang. Dugaan tersebut makin diperkuat dengan adanya bukti sains.

Hasil penelitian dari Harvard Nurses’ Health Study membuktikan bahwa para suster yang mengonsumsi lebih banyak atau minim makanan tertentu memiliki risiko infertilitas yang berkaitan dengan indung telurnya (kesulitan untuk bisa mengandung karena ovulasi yang tidak teratur).


“Kami cukup terkejut betapa besarnya dampak pilihan makanan dan olahraga pada tingkat ovulasi wanita,” terang Walter Willett, M.D., pemimpin penelitian dan departemen nutrisi di Harvard Medical School.


Dr. Willet, dan rekannya, Jorge Chavarro, M.D., mengumpulkan hasil penelitiannya dalam buku The Fertility Diet. Mereka mengklaim, hasil perencanaan diet mereka ini tak hanya akan membantu meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan, tapi juga membantu seseorang untuk tetap sehat.


Berikut adalah beberapa makanan yang mereka rekomendasikan:

1. Karbohidrat yang lamban dicerna, seperti pasta dan karbohidrat whole grain. Wanita yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi glikemik (yang dicerna cepat, seperti nasi putih dan kentang), memiliki risiko 92 persen infertilitas ovulasi ketimbang mereka yang mengonsumsi karbohidrat lamban, seperti nasi merah, pasta whole-wheat, dan roti whole-grain.


2. Protein nabati. Wanita yang mengkonsumsi protein hewani memiliki 39 persen mengalami infertilitas ovulasi. Pilihan yang terbaik adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur.

3. Lemak baik, yang ada di dalam minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak canola, juga yang ada di kacang mede, almon, dan biji-bijian, seperti biji bunga matahari dan biji labu.


Lemak-lemak ini membantu menurunkan risiko resistensi insulin dan radang pada tubuh -kedua kondisi ini bisa memengaruhi ovulasi. Hindari lemak trans, semakin banyak dikonsumsi, para responden yang mengkonsumsi lemak ini makin tinggi infertilitas ovulasinya.

4. Susu whole milk dan full fat. Riset memperkirakan bahwa ketika lemak disingkirkan dari susu, hormon buatan di dalamnya berubah negatif sehingga memengaruhi kesuburan seseorang. Tambahkan asupan susu whole milk untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan Anda. Takut akan lemaknya? Kuncinya, olahraga

Cologne – Germany

March 23, 2010

suatu informasi yg bisa menghidari kita dan kesusahan…
Contoh: Malam2 kita lagi lewat dijalan didepan Bank, yg ada ATM nya.. Ada seorang laki2 tua, yg melihat ke kita, lalu memanggil, tolong dong bantu saya, mata sdh tua, saya kesusahan pencet2 ATM ini, mau ambil uang Rp500,000 saja. Tolong bantu dong.. Ini kartu ATM sy, dan nomer PIN nya adalah XXXXXX
Karena kita biasanya berjiwa baik dan mau membantu.. Maka kita bantulah itu lelaki tua..
Tahu itu berbahaya… Mesin ATM itu ada Cameranya.. Apa yg direkam? Yg direkam adalah muka kamu yg melakukan penarikan uang…


Bagaimana kalau lelaki itu melaporkan bahwa dia tdk ambil, mana buktikan.. Buktinya adalah muka kamu yg mengambil..
Atau lebih kacau lagi adalah, bahwa kartu ATM tsb sdh dilaporkan dicuri, eh terekamlah Pencurinya mengambil uang di ATM itu.. Siapa muka si “Pencuri” yg terekam?
Jadi jangan membantu ya… Yg kamu lakukan adalah, ya pak, saya carikan Security atau Satpam Bank ini utk bantu bapak..

Dinner in Malmo…

March 23, 2010

A 45 year old woman had a heart attack and was taken to the hospital.While on the operating table she had a near death experience.Seeing God she asked “Is my time up?” God said, “No, you have another 43 years, 2 months and 8 days to live.”Upon recovery, the woman decided to stay in the hospital and have a face-lift, liposuction, breast implants and a tummy tuck. She even had someone come in and change her hair colour and brighten her teeth!The full package and since she had so much more time to live, she figured she might as well make the most of it.After her last operation, she was released from the hospital.


While crossing the street on her way home, she was killed by an ambulance.Arriving in front of God, she demanded, “I thought you said I had another 43 years? Why didn’t you pull me from out of the path of the ambulance?”God replied: “I didn’t recognize you.

Alice in the wonderland…

March 23, 2010

ANAK ANAK TUHAN…
Warta Injil hari ini mengetengahkan perikop Yesus bukan dari dunia ini,dimana Yesus menegaskan tentang identitas diriNya. Sebenarnya orang banyak itu sudah melihat dan mengalami perbuatan2 baik Yesus itu,tapi rupanya masih belum cukup,karena mrk masih belum mengenal Yesus.Mungkin kalau pun di saat sekarang ini ada orang seperti Yesus,kita pun bisa bersikap seperti demikian,tidak langsung bisa percaya.
Seperti akhir2 ini juga banyak penulis asing terkenal yang berusaha mengupas dan menggali tentang asal usul Yesus dan juga kehidupanNya. Tidak sedikit yg mencoba menulis tentang Yesus sbagai tokoh yg terkenal namun menyangkal ke-Allahan Nya.Banyak bukti yang direkayasa oleh penulis nya demi menunjang pendapat mereka bahwa Yesus bukanlah Anak Allah.
Sikap orang2 Farisi dan ahli Taurat itu meskipun sudah melihat dan mengalami sendiri perbuatan2 Yesus,tetapi mereka tetap saja menyangkal Yesus sbagai utusan Allah,hal itu dikarenakan mereka tidak sanggup dan tidak suka melihat kebaikan dalam diri Yesus,mereka menutup diri terhadap kebenaran yang seharus nya harus mrka kedepan kan dan perjuangkan.
Kadang kita juga dapat salah dalam mengambil keputusan hanya karena mendengar penjelasan sepihak saja,bahkan penilaian kita semakin salah apabila kita pun dipengaruhi oleh ketidak sukaan kita terhadap seseorang.
Maka dari itu kita diingat kan agar jangan pernah menjatuhkan hukuman tanpa dasar yang kuat dan data yang jelas dapat dibuktikan. Bagi kita yang telah dibaptis dan berarti diangkat menjadi putra-putri Allah hendaknya ingat dan sadar akan komitmen atau janji yang kita ucapkan pada waktu kita dibaptis,yakni senantiasa hidup dalam terang Tuhan. Namun,harus diakui,kita sering lupa dan ingkar janji untuk hidup dalam terang Tuhan dan itu pun semakin memudar seiring dengan berbagai tantangan dan pergumul an hidup yg kita hadapi. Agar kita dikuatkan untuk selalu setia kpada Tuhan meskipun kita berada didalam berbagai situasi hidup ini,maka kita perlu mendekatkan diri senantiasa kepada Tuhan dan tidak hanyut dalam kecenderungan cinta diri (egoisme) yang akan menghantar kita kepada perpecahan dngn sesama,maka dengan demikian kita pantas disebut anak anak Tuhan.
Doa;Ya Bapa Yang Mahakasih,PuteraMu tidak pernah menghakimi orang lain hanya karena informasi sepihak.Ajarilah aku untuk bersikap dan berbuat seperti Dia…..


A m I n..GBU
Kata kata bijak;
Janganlah selalu mengharapkan mukjizat tetapi berusaha membaharui diri dan melihat hal hal indah dalam hidup.

Raker Galang OMK – Villa Renata – Puncak

December 14, 2009

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang. Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu “Yesus ajaib, Tuhanku ajaib….” (~ a song by Ir. Niko, red.) Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut, “Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!”

Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata, “Tuhan, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa/berani melakukan hal tersebut”. Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, “Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?” dst, dst. Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara, “Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut.” Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia melanjutkan, “Sudahlah… . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini.. saya doakan saja Bapak-Ibu.”

 

Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat.. Sopir mikroletnya bertanya, ” Ada apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?” Saya jawab “O…. Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil.”

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, “Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?”

Jawabnya, “Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari roh apapun di dunia ini”, tuturnya mengutip ayat F irman Tuhan. Lanjutnya, “Bapak mau saya doakan?”

 

Saya terperanjat, “Kamu mau doakan saya?”

Jawabnya, “Ya kalau Bapak mau.”

Saya menjawab, “Baiklah. Kamu boleh doakan saya.”

Doanya, “Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth.”

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.

~ kesaksian oleh Pdt. Wisnu

 
Tuhan memberkati.

November 2009

November 2, 2009

 

SALAH JALUR

Herman yang sudah tergolong berumur tua sedang mengendarai mobil di jalan tol. Tiba-tiba telepon mobilnya berbunyi, dia mengangkatnya. Ia mendengar istrinya sedang memperingatinya untuk berhati-hati, “Herman, Saya baru saja dengar bahwa ada sebuah mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong berhati-hatil!” “Gila!” kata Herman, “Bukan cuma satu. tapi ada ratusan jumlahnya!”

 

 

 

SAMA-SAMA MENGINAP

“Istriku seorang pembohong!” ujar seorang suami yang sedang kesal dengan istrinya kepada seorang temannya. “Bagaimana kamu tahu kalau dia bohong sama kamu?” sahut temannya. “Soalnya dia nggak pulang kemarin dan waktu saya tanya dia ke mana, dia bilang menginap di rumah saudaranya, Mina,” ujarnya. “Tetap saja nggak bisa dibilang dia bohong, dia kan cuma menginap di rumah Mina saudaranya,” ujar temannya. “Soalnya kemarin saya menginap di rumah Mina,” sahut sang suami tanpa rasa bersalah.


Putus asa…

October 19, 2009

Di-sebuah Gereja, ada seorang encim tua sedang berdoa keras
“Haiyaaaa TUHAN, elu tau TUHAN, cucu owe lagi saakiit TUHAN, elu masak kagak
tau TUHAN??? Elu tolong dong sembuhin owe punya cucu, owe pelcaya selatus
pelsen ama elu TUHAN, kagak mungkin elu nggak mau sembuhin cucu owe…pokoknya
elu musti sembuhin TUHAN, kalo nggak owe jadi males idup, tolongin owe
TUHAN…uhhuuhuhuuuhuu….
Si-pendeta yg sedang memimpin kebaktian & mendengar doa kacau si-encim langsung
marah & menegornya sambil melotot “Heh, encim, jangan berdoa kayak gitu dong.


Masak TUHAN dipanggil elu, elu? Bisa kualat nanti !!!”
Walhasil, si-encim yg takut ditegur begitu, langsung diem tapi masih terus
nangis sambil mulutnya komat-kamit.
Tapi, sesampainya di-rumah, si-encim melihat “CUCUNYA TELAH SEMBUH !!!”
Doa si-encim tua memang kacau balau. Tapi itu tulus dari dasar hatinya.
Dan TUHAN senang mendengarnya.
Dikarang oleh : G.Y. Wenas. Copyright 1999 LNP Publishing
(Dikutip dari Bulletin GALAXI MEDIA Surabaya, vol.4/Thn.III/2003)
Mungkin inilah salah satu alasan mengapa doa2 kita tak juga terkabul.
Banyak yg berdoa dgn Puitis & Indah, tapi tanpa “Api” dihatinya.
Ada yg berdoa dgn sederhana, dgn “Bara” yang sungguh2 luar biasa.

Seandainya Anda adalah TUHAN, mana yg akan Anda kabulkan?

Batam,21 June 2009

June 21, 2009

Dear Friends,……

> > >A beautiful story that’ll truly touch you …

> > >A Touching Christmas Story

> > >

> > >On the last day before Christmas, I hurried to go to the

> > >supermarket to buy the gifts I didn’t manage to buy earlier.

> > >When I saw all the people there, I started to complain to myself:

> > >’It is going to take forever here and I still have so many other

> > >places to go…’ Christmas really is getting more and more

> > >annoying every year. How I wish I could just lie down, go to sleep

> > >and only wake up after it. Nonetheless, I made my way to the toy

> > >section, and there I started to curse the prices, wondering if

> > >kids really play with such expensive toys. While looking in the

> > >toy

>section,

>I

> > >noticed a

> > >small boy of about 5 years old, pressing a doll against his chest.

> > >He kept on touching the hair of the doll and looked so sad. I

> > >wondered who this doll was for.

> > >Then the little boy turned to the old woman next to him: ‘Granny,

> > >are you sure I don’t have enough money?’ The old lady replied:

> > >’You know that you don’t have enough money to buy

>this

> > >doll, my dear.’ Then she asked him to stay here for 5 minutes

> > >while she went to look around. She left quickly.

> > >The little boy was still holding the doll in his hand.

> > >Finally, I started to walk towards him and asked who he wanted to

> > >give this doll to. ‘It is the doll that my sister loved most and

> > >wanted so much for this Christmas. She was so sure that Santa

> > >Claus would bring it to her.’

> > >I replied to him that maybe Santa Claus will bring it to her, after

>all,

> > >and not to worry. But he replied to me sadly. ‘No, Santa Claus can

> > >not bring it to her where she is now.

> > >I have to give the doll to my mother so that she can give it to her

>when

> > >she goes there.’ His eyes were so sad while saying this. ‘My sister

>has

> > >gone to be with God. Daddy say

> > >that Mummy will also go to see God very soon, so I thought that she

> > >could bring the doll with her to give it to my sister’.

> > >My heart nearly stopped. The little boy looked up at me and said:

> > >’I

>told

> > >daddy to tell mummy

> > >not to go yet. I asked him to wait until I come back from the

> > >supermarket’ Then he showed me a very nice photo of him where he

> > >was laughing. He then told me: ‘I also want mummy to this photo

> > >with her so that she will not forget me. I love my mummy and I

> > >wish she doesn’t have to leave me but daddy says that she has to go

> > >to be with my little sister’ Then he looked again at the doll with

> > >sad eyes, very quietly.

> > >I quickly reached for my wallet and took a few notes and said to the

> > >boy. ‘What if we checked again, just in case if yo u have enough

> > >money?’

> > >’Ok’ he said. ‘I hope that I have enough.’ I added some of my

> > >money to

>his

> > >without him

> > >seeing and we started to count it. There was enough for the doll,

> > >and even some spare money. The little boy said: ‘Thank you God

>for

> > >giving

> > >me enough money’ then he looked at me and added: ‘I asked

> > >yesterday before I slept for God to make sure I have enough money

> > >to

>buy

> > >this doll so that mummy can give it to my sister. He heard me. I

> > >also wanted to have enough money to buy a white rose for my mummy,

> > >but I didn’t dare to ask God too much. But He gave me enough to

> > >buy the doll and the white rose.’ ‘You know, my mummy loves white

> > >rose’

> > >A few minutes later, the old lady came again and I left with my

> > >trolley. I finished my shopping in a totally different state from

>whenI

> > >started. I couldn’t get the little boy out of my mind. Then I

>remembered

> > >a local newspaper article 2 days ago, which mentioned of a drunk

> > >man

>in

>a

> > >truck who hit a car where there was one young lady and a little girl.

> > >The little girl died right away, and the mother was left in a

> > >critical state.The family had to decide whether to pull the plug on

> > >the life-assisting machine, because the young lady would

>not

> > >be able to get out of the coma.

> > >Was this the family of the little boy? Two days after this

> > >encounter

>with

> > >the little

> > >boy, I read in the newspaper that the young lady had passed away.

> > >I couldn’t stop myself and went to buy a bunch of white roses and

> > >I went to the mortuary where the body of the young woman was

> > >exposed for people to see and make last wish before burial.

> > >She was there, in her coffin, holding a beautiful white rose in

> > >her hand with the photo of the little boy and the doll placed over

> > >her chest. I left the place crying, feeling that my life had been

> > >changed forever.

> > >The love that this little boy had for his mother and his sister is

>still,

> > >to that day, hard to imagine. And in a fraction of a second, a

> > >drunk man had taken all this away from him.

>Now

Gunung Gede April 2009

May 8, 2009

Di-sebuah Gereja, ada seorang encim tua sedang berdoa keras
“Haiyaaaa TUHAN, elu tau TUHAN, cucu owe lagi saakiit TUHAN, elu masak
kagak
tau TUHAN??? Elu tolong dong sembuhin owe punya cucu, owe pelcaya
selatus
pelsen ama elu TUHAN, kagak mungkin elu nggak mau sembuhin cucu
owe…pokoknya
elu musti sembuhin TUHAN, kalo nggak owe jadi males idup, tolongin owe
TUHAN…uhhuuhuhuuuhuu….
Si-pendeta yg sedang memimpin kebaktian & mendengar doa kacau si-encim
langsung
marah & menegornya sambil melotot “Heh, encim, jangan berdoa kayak gitu
dong.
Masak TUHAN dipanggil elu, elu? Bisa kualat nanti !!!”
Walhasil, si-encim yg takut ditegur begitu, langsung diem tapi masih
terus
nangis sambil mulutnya komat-kamit.
Tapi, sesampainya di-rumah, si-encim melihat “CUCUNYA TELAH SEMBUH !!!”
Doa si-encim tua memang kacau balau. Tapi itu tulus dari dasar hatinya.
Dan TUHAN senang mendengarnya.
Dikarang oleh : G.Y. Wenas. Copyright 1999 LNP Publishing
(Dikutip dari Bulletin GALAXI MEDIA Surabaya, vol.4/Thn.III/2003)
Mungkin inilah salah satu alasan mengapa doa2 kita tak juga terkabul.
Banyak yg berdoa dgn Puitis & Indah, tapi tanpa “Api” dihatinya.
Ada yg berdoa dgn sederhana, dgn “Bara” yang sungguh2 luar biasa.

Seandainya Anda adalah TUHAN, mana yg akan Anda kabulkan?

 

Dokter      : Penyakit stress suami Anda akan segera sembuh. Ini obat tidurnya.
Istri pasien: Kapan saya harus memberikan ini padanya, Dok?

Dokter      : Obat itu bukan untuk dia, obat itu justru untuk nyonya


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.